Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5. Tampilkan semua postingan

5 Negara yang Menikmati Keuntungan dari Alam Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah. Namun, pemerintah sendiri mengakui salah urus dalam mengelola potensi tersebut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswo Utomo mengakui kesuksesan ekspor kekayaan alam Indonesia belum menyejahterakan rakyat. Penyebabnya adalah ketidakpaduan dalam diri pemerintah, khususnya pusat dan daerah. Masing-masing mengeluarkan aturan sendiri dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA).

"Kita semua punya, yang belum punya adalah rasa kebersamaan. Kita harus sama, kita harus satu," ujar Susilo dalam diskusi Kadin di Jakarta, Ambil contoh dalam kasus batu bara, salah satu komoditas primadona tambang kita.

Negara ini sejatinya tidak punya banyak batu bara. British Petroleum Statistical Review melansir, cadangan batu bara Indonesia hanya 4,3 miliar ton, 0,5 persen cadangan dunia. Namun, dari 340 juta ton produksi setiap tahun, 240 juta ton diekspor.

Padahal Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah berkali-kali berteriak pembangkitnya butuh pasokan batu bara. Kabarnya banyak pemerintah daerah yang kaya batu bara begitu royal memberi konsesi tambang untuk perusahaan asing, yang jelas berorientasi ekspor. Berlawanan dari pemerintah pusat yang berusaha mengatur pasokan bahan bakar non-fosil agar lebih merata.

Itu baru satu kasus, belum lagi menengok persoalan minyak dan gas (migas). Sistem production sharing contract (PSC) memang membuat sebuah blok minyak tetap menjadi milik pemerintah, meski perusahaan asing yang mengelolanya. Namun, karena pemerintah tak serius mengembangkan Pertamina, akhirnya BUMN itu seperti jadi anak tiri di negeri sendiri.

Saat ini Pertamina sebagai perusahaan migas nasional hanya menyumbang 24 persen dari produksi minyak domestik. Altinjauan, target lifting pemerintah 826.000 barel per hari dipenuhi dari kinerja operator asing seperti Chevron atau British Petroleum.

Dengan pengelolaan SDA yang melulu berorientasi ekspor dan cenderung melupakan kebutuhan dalam negeri, untung perusahaan berada di urutan pertama, baru disusul kesejahteraan rakyat. Itupun melalui jatah yang diperoleh pemerintah pusat dan daerah terlebih dulu, untuk kemudian disalurkan ke masyarakat.

Padahal, setiap kali isu pemerataan tinjauan kekayaan alam muncul, warga selalu ingat pasal 33 Undang-Undang Dasar Indonesia. Beleid itu mengamanatkan sumber daya alam harus dioptimalkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

Lebih parah lagi, karena menyerahkan SDA pada perusahaan asing, pemerintah saat ini tidak terlihat ingin mengembangkan industri hulu di dalam negeri. Padahal pasokan bahan baku dari kekayaan alam, penting untuk penguatan industri hulu seperti semen dan kertas.

Ketua Tim Kerja RUU Perindustrian Kadin, Rauf Purnama menilai visi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak jelas soal pengelolaan kekayaan alam hingga pengembangan industri hulu. Berbeda dari era Presiden Soekarno.

"Misalnya sepatu, baju, karpet, itu industri hulu bahannya dikuasai asing, harusnya itu pemerintah lebih mengembangkan ke situ. Bung Karno dulu banyak bikin pabrik kertas, semen, itu industri hulu. Nanti kalau (industri) sudah mampu diserahkan ke swasta," kata Rauf.

Di tengah carut marut tersebut, investor asing menangguk untung besar. Ekspor terus berjalan dan pengerukan SDA Indonesia tetap berlangsung.

Meski demikian mereka tidak bisa disalahkan, karena ekspansi bisnis tersebut berjalan sesuai koridor. Bahkan pemerintah sendiri yang memberi karpet merah bagi perusahaan migas dan tambang luar negeri untuk menggarap kekayaan alam di Tanah Air.

Dari pelbagai sumber, merdeka.com memetakan negara mana saja yang pihak swasta dan BUMN-nya memiliki banyak konsesi tambang dan migas di Tanah Air. Otomatis keuntungan besar dari kekayaan alam Indonesia juga dinikmati oleh perusahaan asing tersebut. Berikut ini daftarnya 5 Negara yang Menikmati Keuntungan dari Alam Indonesia

1. Amerika Serikat
Amerika Serikat
Di bidang tambang dan pengelolaan blok migas, Amerika Serikat merupakan salah satu pemain utama di Indonesia Tentu masyarakat sangat familiar dengan Freeport McMoran, perusahaan tambang yang mengelola lahan di Tembagapura, Mimika, Papua. Produksi tambang itu per hari mencapai 220.000 ton biji mentah emas dan perak.

Selain Freeport, masih ada Newmont, perusahaan asal Colorado, Amerika, yang mengelola beberapa tambang emas dan tembaga di kawasan NTT dan NTB. Tahun lalu, setoran perusahaan ke pemerintah mencapai Rp 689 miliar, sudah mencakup semua pajak, dari keuntungan total mereka. Jika dari NTT saja, pada 2012 pendapatan Newmont mencapai USD 4,17 juta.

Belum lagi sederet operator migas yang rata-rata kelas kakap sebagai mitra pemerintah mengelola blok migas. Chevron, memiliki jatah menggarap tiga blok, dan memproduksi 35 persen migas Indonesia.

Disusul ConocoPhilips yang mengelola enam blok migas. Perusahaan yang telah 40 tahun beroperasi di Indonesia ini merupakan produsen migas terbesar ketiga di Tanah Air. Lalu, tentu saja ExxonMobil yang bersama Pertamina menemukan sumber minyak 1,4 miliar barel dan gas 8,14 miliar kaki kubik di Cepu, Jawa Tengah.

2. China
China
Negeri Tirai Bambu sangat aktif mencari sumber energi non-migas dari negara lain, termasuk Indonesia. Salah satu investasi besar mereka di Tanah Air adalah bidang batu bara. Selain itu, SDA seperti nikel dan bauksit juga diincar perusahaan-perusahaan China.

Perusahaan tambang skala menengah dan besar China bergerak di seluruh wilayah. Mulai dari Pacitan, Jawa Timur, sampai Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara. Salah satu perusahaan besar adalah PT Heng Fung Mining Indonesia yang berinvestasi di bidang nikel, di Halmahera, Maluku, dengan target produksi bisa mencapai 200 juta ton.

PetroChina, perusahaan migas pelat merah China juga mengelola beberapa blok. Salah satu yang baru ini tersorot adalah 14 blok di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang disegel pemerintah setempat karena persoalan CSR.

3. Inggris
Inggris
British Petroleum (BP) adalah operator lama sektor migas di Indonesia. Mengelola blok gas Tangguh di Papua, lewat anak perusahaan BP Berau, investasi terbaru perusahaan asal Inggris itu di blok tersebut mencapai USD 12,1 miliar.

BP mengelola Blok Tangguh Train III, dengan 60 persen jatah mereka dapat diekspor ke Asia Pasifik, sementara 40 persen disalurkan ke Indonesia.

Pasokan gas yang dibutuhkan PLN juga akan disalurkan oleh BP. Kerja sama strategis tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) pasokan gas alam cair untuk pembangkit milik PLN sebesar 230 mmscfd.

Perusahaan dan investor lain asal Inggris saat ini sedang mengincar sektor sumber daya alam strategis lainnya. Khususnya di bidang industri ramah lingkungan.

4. Prancis
Prancis
Perusahaan migas asal Negeri Anggur, Total, sudah bermitra cukup lama dengan pemerintah Indonesia Total E&P Indonesie mengelola blok migas Mahakam, Kalimantan Timur. Total bekerjasama dengan Inpex Corp dalam mengelola blok Mahakam. Total mengendalikan 50 persen saham di blok tersebut dan Inpex sisanya.

Pada 2008, Total mengajukan proposal untuk memperpanjang kontrak karena ingin melakukan investasi lebih lanjut. Total memproyeksikan Blok Mahakam pada 2013 memberikan pendapatan US$ 8,92 miliar.

Selain Total, perusahaan Prancis lain, Eramet, berinvestasi di kawasan timur Indonesia. Eramet beroperasi di Indonesia melalui kepemilikan saham pada PT Weda Bay Nickel di bawah konsorsium Strand Mineralindo.

Investasi proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) bahan tambang di Halmahera Utara, Maluku tersebut mencapai US$ 5 miliar (Rp 50 triliun) dengan kapasitas 3 juta ton per tahun.

5. Kanada
Kanada
Canadian International Development Agency (CIDA) mengembangkan 12 proyek di Sulawesi saja, semuanya berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam.

Sheritt International dan Vale juga membuka tambang di Indonesia. Khusus Vale, investasi di Sulawesi Tengah mencapai USD 2 miliar.

Melalui Nico Resources yang menjadi perpanjangan tangan perusahaan migas Calgary asal Kanada, kini ada 20 blok yang dikelola, pengelola blok terluas di Indonesia. 
 
 
 
sumber
0 komentar

Habib Umar di Malaysia 5 7 11 2013




0 komentar

5 Bank Tertua Di Dunia


5. Bank of New York (sekarang Bank of New York Mellon)
New York, New York (Didirikan 1784)
http://images.businessweek.com/ss/07/01/0122_stocks/image/bankofnewyork.jpg

Ini dimulai dengan siaran pers di New York paket, mengumumkan rencana untuk membentuk New York bank pertama pada tahun 1784. Alexander Hamilton, seorang pengacara dihormati pada waktu itu, merancang konstitusi bank dan memimpin Bank of New York melalui pembentukan dan awal tahun. Delapan tahun kemudian, itu adalah perusahaan pertama yang akan diperdagangkan secara publik ketika New York Stock Exchange dibuka pada tahun 1792. Ada juga yang berlimpah sejarah di balik Mellon Financial Corporation dating kembali ke Revolusi Industri, yang bergabung dengan Bank di New York pada tahun 2007 menjadi Bank of New York Mellon. Hari ini, itu adalah bank tertua di Amerika Serikat, dan mereka mendapatkan untuk memiliki Satu Wall Street sebagai alamat mereka untuk membuktikannya.

4. Bank of Scotland (sekarang Halifax Bank of Scotland)
Edinburgh, Skotlandia (Didirikan 1695)

Walaupun konsep mata uang dan catatan bank tidak selalu baru bagi Skotlandia pada abad ke-17, Bank of Scotland adalah yang pertama untuk mencetak mata uang kertas sendiri. Lebih jauh lagi, itu adalah unik dalam arti bahwa ia didirikan untuk membantu bisnis, sedangkan Bank of England, yang didirikan satu tahun sebelumnya, ada terutama untuk membiayai belanja pertahanan pemerintah. Awal, itu menghadapi persaingan sengit dari Royal Bank of Scotland, dan dalam satu kasus, RBS (yang "baru" bank) mulai penimbunan catatan bank yang dikeluarkan oleh Bank of Scotland (Lama Bank) dalam rangka untuk menghadirkan mereka sekaligus, memaksa Bank of Scotland tua untuk memanggil mereka dan berhenti pembayaran pinjaman selama enam bulan.Ini tidak tenggelam mereka meskipun, dan tahan lama bank ini tetap sebagai satu-satunya lembaga komersial yang ada dibuat oleh Parlemen Skotlandia. Bank of Scotland bergabung dengan Bank Halifax menjadi HBOS pada tahun 2001.

3. C. Hoare & Co
London, Inggris (Didirikan 1672)
http://blog.mint.com/blog/wp-content/uploads/2008/10/welcome_frontdoor.jpg
Sebelum berjumlah jalan modern, tanda-tanda yang digunakan orang untuk mencari sebuah toko, dan Sir Richard Hoare tidak bisa memilih simbol yang jauh lebih baik daripada Sign Emas Botol, seperti botol emas merupakan tanda mewah dan kekayaan yang biasa digunakan oleh pandai emas yang prekursor untuk membentuk sistem perbankan yang lebih modern dan mata uang kertas. Untuk diperhatikan adalah kenyataan bahwa bangunan mereka dievakuasi selama Perang Dunia II dan diselamatkan dari api oleh beberapa karyawan berani. Selain itu, bank masih sepenuhnya milik keluarga dan dikelola oleh keturunan langsung dari Sir Richard Hoare.

2. Berenberg Bank
Hamburg, Jerman (Didirikan 1590)

Dibentuk pada tahun 1590 oleh Hans dan Paul Berenberg, dua saudara laki-laki yang mengelola sebuah kain perdagangan dan impor / ekspor bisnis, perusahaan ini sangat beruntung bisa tumbuh di masa kemakmuran di Hamburg, Jerman. Kota dengan cepat tumbuh sebagai hub keuangan dan kegiatan perdagangan, dan mereka dapat berkembang bersama dengan anggota lain dari kecil, erat kelompok orang-orang Belanda yang bahkan tidak memiliki hak kewarganegaraan penuh di Hamburg. Berenberg Bank hari ini kantor di seluruh Eropa, dan tetap Jerman bank swasta tertua di hari ini.

1. Terlama Bank di Dunia: Banca Monte dei Paschi di Siena
Siena, Italia (Didirikan 1472)

Awalnya dibentuk sebagai Monte di Pieta, atau Monte Pio, untuk memberikan pinjaman kepada orang miskin dari amal, ini adalah bank terpanjang di dunia. "Monte," yang berarti "tumpukan" mengacu pada koleksi uang yang digunakan untuk distribusi amal, dan bank benar-benar berfungsi untuk manfaat ekonomi kota. Salah satu catatan sejarah yang menarik adalah bahwa warga Siena memasang pendapatan dari tanah sebagai jaminan terhadap pinjaman untuk pertanian dan infrastruktur kota, yang menyebabkan hal itu yang dirujuk sebagai Monte dei Paschi di referensi ke tanah. Hari ini berdiri sebagai bank tertua yang ada di dunia sejauh ini, dan tetap menjadi terhormat bank yang memiliki cabang di seluruh Italia.


sumber 
0 komentar

5 Makanan Untuk Obat Sakit Hati

Setiap kali putus cinta pasti hati Anda tersakiti. Dibutuhkan sesuatu untuk mengobati masalah ini agar tidak terjadi berlarut-larut. Salah satu cara yang ampuh untuk mengobati sakit hati adalah makanan. Berikut ini makanan-makanan yang dapat menyembuhkan sakit hati, seperti yang dikutip dari The stir.

1. Es krim
Makanan yang satu ini sangat ampuh mengobati sakit hati. Lezatnya semangkuk es krim dapat membuat orang melupakan masalah percintaanya.

2. Selai kacang
Menikmati selai kacang cukup ampuh mengatasi sakit hati. Anda bisa menikmatinya dengan dioleskan ke roti atau langsung mencoleknya sambil menonton DVD.

3. Kue atau brownies
Sebuah kue atau brownies hangat tentu sangat enak untuk dinikmati. Buatlah kue atau brownies Anda sendiri untuk menikmati setiap proses pembuatannya.

4. Burger dan kentang goreng
Mengabaikan kalori yang masuk sekali-kali tidak ada salahnya, khususnya saat sedang patah hati. Ikuti hasrat Anda untuk menikmati sebuah burger double-cheese dan kentang goreng ukuran besar, maka rasa sakit hati juga akan terlupakan.

5. Coklat
Pilihlah dark chocolate sebagai pilihan makanan untuk melupakan si dia. Ada bonus antioksidan di dalamnya yang baik untuk menjaga kulit dari radikal bebas.

Kelima makanan di atas berpotensi membuat lingkar pinggang membengkak, oleh karena itu imbangi aktivitas makan dengan olahraga. Anda belum menyadarinya, namun fokus untuk membakar kalori tubuh juga dapat mengalihkan perhatian dari patah hati.

Sumber: bodrexcaem.blogspot.com
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Anjas Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger