Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label tak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tak. Tampilkan semua postingan

Kibar Sang Saka Bukan tak iktiraf Jalur

Lim Kit Siang

KUALA LUMPUR – Pengibaran bendera Sang Saka Malaya pada 31 Ogos lalu sebagai menyambut hari kemerdekaan negara bukanlah satu perbuatan yang menghina dan tidak mengiktiraf Jalur Gemilang.

Sebaliknya tindakan itu hanyalah mengingati sejarah bendera Persekutuan Tanah Melayu ketika zaman penjajahan British, demikian kata Penasihat DAP, Lim Kit Siang.

Beliau menegaskan, tindakan Sastewan Negara, Datuk A Samad Said yang dikaitkan dengan pengibaran bendera tersebut bukannya satu perbuatan yang “memalukan” sebaliknya hanya mengimbas kembali sejarah kemerdekaan negara supaya diingati generasi muda hari ini.

“Kibar bendera (Sang Saka Malaya) tidak semestinya dia nafikan Jalur Gemilang, ia cuma bendera sejarah, dia (Pak Samad) tidak pernah sebut macam itu pun.

“Kalau dia ditahan disebabkan beliau tidak mengiktiraf Jalur Gemilang, barulah wajar disiasat, malangnya Pak Samad tidak sebut pun perkara tersebut,” katanya.

Beliau berkata demikian ketika diminta mengulas kenyataan Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin kelmarin yang menyelar tindakan sasterwan negara itu kerana terlibat dengan insiden pengibaran bendera Sang Saka Malaya dan menyifatkannya sebagai perbuatan yang memalukan.

Muhyiddin juga kesal apabila insiden tersebut terjadi ketika negara sedang menyambut kemerdekaan.

“Penglibatan Samad amat memalukan dan ia sangat tidak senonoh kerana dia membawa nama sasterawan,” katanya.

Dalam pada itu, Kit Siang juga mempertikaikan tindakan pihak berkuasa yang menahan Pak Samad pada waktu yang tidak sesuai dan tidak wajar dilakukan terhadap seorang warga emas.

“Tidak wajar pihak berkuasa menahan beliau pada waktu malam kerana tidak sesuai bagi seorang warga emas berusia lebih 81 tahun, patut tunjuk sikit rasa hormat kepada orang tua,” tegasnya.

Pada Rabu lalu, A Samad telah ditahan di rumahnya dan dibawa ke ibu pejabat Polis Daerah Dang Wangi pada jam 1 pagi.

Beliau dalam satu kenyataan di twitter memberitahu telah dibawa oleh tiga anggota polis.

Penahanan tersebut dilakukan dipercayai berkaitan isu pengibaran bendera Sang Saka Malaya sewaktu beliau mendeklamasi puisi pada malam ambang kemerdekaan.

Sementara itu, peguam, Latheefa Koya dan Eric Paulsen juga dilaporkan turut berada di IPD Dang Wangi bagi bantuan guaman kepada Sasterawan Negara itu.
0 komentar

6 Hal Yang Biasa Di Indonesia Namun Tak Boleh Dilakukan Di Luar Negeri


1. Jangan Mengangkat Tangan dengan Telapak Tangan Menghadap ke Depan Di Yunani
Di Yunani, gesture mengangkat tangan dengan telapak tangan menghadap ke depan disebut juga sebagai moutza. Di jaman dulu, para penjahat di Yunani di arak keliling jalan dengan wajah yang dihitamkan untuk mengindikasikan bahwa mereka malu atas perbuatannya.

Jika mereka beruntung, wajah mereka dikotori dengan arang, jika tidak, apakah yang akan mengotori muka mereka ?? Ya, kotoran pembuangan dari anus, wajah mereka akan dilumuri dengan benda tersebut, dan karena untuk membersihkan muka orang tersebut dilakukan oleh orang lain dengan mengusap wajahnya, maka gesture tersebut menjadi suatu tanda penghinaan.

2. Jangan Mengacungkan Jempol ke Atas Di Timur Tengah
Tidak hanya di Timur Tengah, gesture ini juga merupakan gesture yang ofensif di beberapa Negara di Afrika Barat dan Amerika Selatan. Trus apa arti gesture tersebut ?? Lagi-lagi berhubungan dengan Anus.

Bila anda mengacungkan jempol anda ke atas ke seseorang, berarti anda ingin memasukkan jempol anda tersebut ke anus orang tersebut.

3. Jangan Menghabiskan Makanan Jamuan Untuk Anda Di China, Thailand dan Filipina
Pada saat menjamu seseorang, hal yang paling penting adalah menyajikan makanan yang lezat untuk tamu undangan. Namun di beberapa Negara, yang paling penting adalah makanan yang disediakan tersebut cukup untuk porsi sang tamu.

Dengan menghabiskan semua makanan jamuan untuk anda, anda mengungkapkan kekecewaan anda kepada si tuan rumah bahwa makanan yang disajikan kepada anda sangat sedikit dan tidak cukup untuk mengenyangkan anda.

4. Jangan Memberi Bunga dengan Jumlah Genap Di Russia
Di Russia, bunga dalam jumlah genap hanya diberikan pada saat pemakaman. Memberikan bunga dalam jumlah genap berarti anda mengharapkan orang yang menerima bunga tersebut segera meninggal, So, jangan pernah memberikan bunga dalam jumlah genap pada gadis Russia yang sedang anda taksir, kecuali bila gadis tersebut beraliran gothic atau menganut agama pemuja setan

5. Jangan Memberi Hadiah dengan Tangan Kiri Di Hampir Semua Negara
Pada beberapa Negara, melakukan suatu perbuatan dengan tangan kiri merupakan perbuatan yang dianggap kotor. Hal ini dikarenakan tangan kiri adalah tangan yang digunakan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang dikeluarkan ketika anda sedang buang air besar.

6. Jangan Memberi Tanda �OK� dengan Jari Anda Di Brazil
Di Brazil, tanda �OK� secara kasar mempunyai kesamaan arti dengan gesture ketika anda mengacungkan jari tengah anda.

Salah satu insiden yang paling terkenal adalah ketika Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon mengunjungi Brazil. Ketika ia baru saja turun dari pesawat, ia mengangkat kedua tangannya dan memberi gesture �OK�

source: http://arenaphoto.blogspot.com/2010/08/hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-diluar.html
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Anjas Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger